Petikan Wawancara Mario Teguh dengan SUFINEWS

Pak Mario, Saat memberikan terapi atau memotivasi, di antara Ilmu Kejiwaan Barat dan Ilmu Kejiwaan dalam agama, mana yang anda gunakan?

Kalau Anda perhatikan penjelasan saya diatas, sebenarnya "peta" yang ada dalam Kecerdasan Emosional yang saya tawarkan merupakan gugusan pilar dari kebenaran, keindahan dan kebaikan. Hal ini didasari oleh fitrah kehidupan bahwa manusia dalam hidup itu tak lepas dari menginginkan kebaikan, menyukai keindahan dan mencari kebenaran. Tapi dalam realitas kehidupan, tiga hal ini lebih sering dirasakan oleh manusia sebagai tiga hal yang berdiri sendiri-sendiri. Misalnya kebenaran yang dicari ternyata malah membawa kepedihan, keindahan yang disukainya ternyata tidak membawa kebaikan, atau kebaikan yang diusahakan malah bertentangan dengan kebenaran. Pada saat yang demikian manusia tidak dapat menikmati keadaan itu secara sempurna lalu mengidap split personality atau kepribadian yang terpecah belah. Nah kira-kira melalui apa manusia dapat menemukan dan merasakan kebenaran, keindahan dan kebaikan sejati (haqiqi; red)? Dalam beragama bukan?!

Wah penjelasan Anda nyufi banget loh ?!

Ha.ha.ha.terimakasih, Mas. Tapi terus terang. Dalam menjalankan tugas (baik sebagai pembicara publik maupun motivator) saya
menghindari komponen-komponen komunikasi yang terlalu mengindikasikan agama Islam secara formal atau verbal.

Kenapa ?

Buat saya, ketika kita betul-betul dengan sadar sesadarnya mengatakan "ya !" terhadap keberadaan dan keesaan Allah (laa ilaaha illallaah; red) kita tak perlu repot-repot lagi memikirkan lebel-lebel formal ketuhanan. Pokoknya terus berlaku jujur, menjaga kerahasiaan klien, menganjurkan yang baik, menghindarkan perilaku, sikap dan pikiran buruk, saya rasa ini semua pilihan orang-orang beriman. Itu alasan pertama. Alasan kedua, Islam itu agama rahmat untuk semesta alam loch. Berislam itu mbok yang keren abis gitu loch ! Maksudnya jadi orang Islam mbok yang betul-betul memayungi (pemeluk) agama-agama lain. Agama kita itu sebagai agama terakhir dan penyempurna bagi agama-agama sebelumnya. Agama kita puncak kesempurnaan agama loch. Dan karenanya kita harus tampil sebagai pembawa berita bagi semua. Kita tidak perlu mengunggul-unggulka n agama kita yang memang sudah unggul dihadapan saudara-saudara kita yang tidak seagama dengan kita. Bagaimana Islam bisa dinilai baik kalau kita selaku muslim lalu merendahkan agama (dan pemeluk) agama lain.

Apakah dalam pandangan Anda semua agama itu sama ?

Ha.ha.ha.ya jelas tidak sama toch, Mas. Tapi oleh Tuhan manusia diberi kebebasan memilih diantara ketidak samaan itu. Saya tidak akan mengatakan bahwa perbedaan itu rahmat, tapi saya akan menunjukkan Windows Operating System yang dikeluarkan Microsof. Masih ada toch Mas orang yang masih menggunakan Windows 95? Masih ada juga kan orang yang menggunakan Windows 98 atau Windows 2000? Dan Anda sendiri sekarang menggunakan Windows XP kan?. Begitu juga dengan agama-agama Tuhan, Mas. Ada versi-versi yang sesuai untuk zamannya, untuk kelengkapan fikiran di zaman itu dan disana ada jenis kemampuan masing-masing orang dalam menyikapinya. Masak Anda mau memaksa orang lain untuk memakai XP pada
orang yang kemampuannya cuma sebatas memiliki Windows 95? Tidak toch!? Alangkah indahnya kalau semua orang Islam ketika bicara dapat diterima semua pemeluk agama lain.

Contohnya seperti apa pembicaraan yang dapat diterima semua pemeluk agama ?

"Anda adalah direktur utama dari perusahaan jasa milik Anda sendiri. Anda adalah CEO dari kehidupan Anda sendiri. Anda sebenarnya, sepenuhnya bertanggungjawab atas bisnis kehidupan Anda dan apapun yang akan terjadi pada diri Anda sendiri. Anda bertanggungjawab atas semuanya antara lain, produksi, pemasaran, keuangan, RND dan lain sebagainya diperusahaan
kehidupan Anda. Demikian pula Anda sendirilah yang menentukan berapa besar gaji Anda, berapa income Anda. Bila Anda tidak puas dengan penghasilan yang Anda terima, Anda bisa melihat didekat cermin Anda dan menegosiasikan pada bos Anda, yakni Anda sendiri yang ada didalam cermin," begitu kira-kira. Nah, menurut saya etos demikian tak dapat dibantah oleh semua ajaran agama-agama yang ada didunia.

Apa yang anda contohkan bukan malah menujukkan bahwa manusia adalah segala-segalanya. Terkesan, seolah-olah Tuhan tak memiliki peran apa-apa disana ?

Di atas saya mengatakan bahwa alasan kita tersenyum di pagi hari kepada isteri dan anak-anak, menyambut mereka dengan santun, berusaha datang tepat waktu untuk memenuhi janji, itu semua bukan semata-mata karena didasari atas kesantunan kita sebagai manusia, melainkan kita ingin mengabdi kepada-Nya. Begitu juga dengan contoh barusan, itu sebenarnya merupakan cermin atas pesan agama yang meminta totalitas kita dalam menjalankan sebuah amanah.. Apalagi jika kita bicara tentang "cermin", akan sangat panjang pembicaraan kita. Dan setiap spirit tidak selalu harus ada embel-embel nama surat atau ayat dari kitab suci tertentu. Bukankah seorang jenderal paling ateis pun ketika melepaskan pasukannya ke medan perang tak dapat menghindarkan diri dari ucapan, "Semoga kalian sukses!". Kalimat "Semoga" disitu menyimpan harapan campur tangan
kekuatan dari Yang Maha Kuat. Biarlah Tuhan menjadi sesuatu yang tersembunyi dikedalaman relung hati kita yang paling dalam.

Apa arti sukses menurut anda ?

Perjalanan 50 tahun hidup yang sudah saya jalani menyimpulkan bahwa sukses itu tidak selalu berarti mendapat piala atau pujian, meski tak ada salahnya jika kita mendapatkan keduanya. Hanya saja itu semua bukan kriteria dari sukses itu sendiri. Karenanya tak jarang orang kemudian sulit menemukan kesuksesan-kesukses an yang pernah diraihnya. Secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar dari comfort zone kita dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan definisi ini Anda akan melihat begitu banyak kesuksesan yang bisa Anda lihat pada diri Anda. Kalau kemarin Anda baru bisa membantu satu orang, hari ini Anda bisa membantu dua dan besok Anda bisa membantu lebih banyak lagi, maka anda sukses. Dengan perasaan yang positif mengenai kesuksesan yang pernah Anda raih, maka Anda akan merasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visi dan misi hidup Anda.
Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan, "Biarlah kita sekarang susah, asal nanti kita sukses". Ini jelas enggak pernah bakal sukses. Saya bertanya, dimana anak tangganya? Bukankah untuk meraih kesuksesan besar harus diawali dengan kesuksesan kecil dan sedang?. Ada pepatah yang mengatakan, "Sukses akan melahirkan sukses yang lain." Nah dari pepatah ini dapat diambil pelajaran, apabila kita semakin mudah untuk melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil, maka mudah bagi kita untuk
mengumpulkan, mengakumulasikan dan melangkah mencapai sukses yang lebih besar. Percaya dech, dengan sukses kecil-kecil itu, cepat atau lambat sukses yang lebih besar akan menjemput Anda.

Penjelasan Anda mengingatkan saya akan nasehat Sufi Besar, Imam Ibnu 'Atha'illah, yang mengatakan, "Tanamkanlah ujudmu dalam bumi yang sunyi sepi, karena sesuatu yang tumbuh dari benda yang belum ditanam, tidak sempurna hasilnya." Pertanyaannya, bagaimana memupuk rasa rendah hati dalam diri kita ?

O, ya ? Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memupuk kerendahan hati diantaranya adalah dengan menyadari kembali bahwa seluruh yang kita punyai adalah anugerah-Nya, berkah-Nya atau rahmat-Nya.
Karenanya katakan pada diri sendiri,
"Aku masih ingin belajar",
"Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku" ,
"Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan- pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik".

Jika ditilik dari kehidupan kita, umat Islam, nampaknya metode memupuk kerendahan hati yang Anda sampaikan masih menjadi problem besar tersendiri ya ?

Persis seperti yang saya perhatikan selama ini. Saudara-saudara kita sesama muslim masih terlalu asyik dengan dunianya sendiri dan bergaul hanya pada lingkungannya sendiri. Malah yang lebih memprihatikan, dengan sesama muslim kalau ngundang pembicara dia tanya dulu, "Orang itu madzhabnya apa ?." Dia tidak akan menerima orang yang tidak satu madzhab, satu aliran, dengannya. Padahal dinegara-negara maju sudah menjadi pemandangan yang biasa orang-orang Yahudi mengundang pembicara
Islam, Hindu atau Kristiani, atau sebaliknya. Mereka sudah mantap dengan iman mereka sehingga mereka tidak khawatir dengan pembicara yang datang dari luar komunitas mereka. Mereka sangat yakin, bahwa dengan cara demikian (menghadirkan pembicara "orang luar"), mereka dapat memperkaya wacana dan kehangatan batin. Kita, atau persisnya sebagian umat Islam, lupa bahwa salah satu cara mensyukuri perbedaan ditunjukkan bukan pada lisan akan tetapi dengan mendengarkan pendapat orang lain yang beda keyakinan agamanya.

Anda punya pengalaman keberislaman Anda yang inclusive itu?

Iya. Pernah beberapa peserta saya mengklaim materi yang baru saja selesai saya sampaikan menurut sudut pandang keyakinan agama mereka. Seorang peserta yang beragama Kristiani mengatakan bahwa materi saya ada juga di ajarkan dalam Injil. Peserta lain yang beragama Islam mengaku bahwa materi yang saya sampaikan ada di Al-Quran surat al-Maidah. Peserta yang Budha menganggap bahwa materi saya itu penerapan dari Dharma-dharma Budha. Saya hanya mengembalikan semua apresiasi itu
kepada-Nya.

Pengalaman lain ?

Masih banyak orang yang salah faham terhadap Islam. Ada satu pengalaman yang mengherankan sekaligus membuat saya prihatin. Dalam satu seminar di acara coffee break isteri saya didatangi salah seorang peserta penganut agama Kristen yang taat. Masih kepada isteri saya, orang itu memberi komentar bahwa saya menerapkan ajaran Injil dengan baik. Lalu dengan lembut, penuh kehati-hatian, isteri saya memberitahu bahwa saya seorang muslim. Sontak orang itu terperanjat saat mengetahui bahwa saya seorang muslim. Yang membuat isteri saya (dan kemudian juga saya) prihatin adalah ucapannya, "Loch, koq ada ya orang Islam yang baik macam Pak Mario !?" Saya pun terkekeh mendengarnya. Nah ini kritik dan sekaligus menjadi tugas kita semua untuk memperbaiki citra Islam.

Laporan Turkey

koP 2.bmp

    

 

       

LAPORAN

IVth INTERNATIONAL TRAINING COURSE ON AWOS

WMO RMTC - TURKEY

ALANYA FACILITIES, ANTALYA, TURKEY

0812 JUNI 2009

 

 

 

DSC00047.JPG

 

 

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

DEPUTI BIDANG INSTRUMENTASI, KALIBRASI, REKAYASA DAN JARKOM

PUSAT INSTRUMENTASI REKAYASA DAN KALIBRASI

DAFTAR ISI

  1. Pendahuluan  ………………………………………………………………….              4
  2. Pelaksanaan …………………………………………………………………..              4
    1. Dasar pelaksanaan  ………………………………………………………              4
    2. Waktu pelaksanaan  ………………………………………………………              5
    3. Tempat pelaksanaan  ……………………………………………………..              5
    4. Peserta Training   ………………………………………………………….              5
    5. Schedule   ………………………………………………………………….              6
  3. AWOS (Automated Weather Observing System) .………………………...              9
    1. Tipe AWOS   ………………………………...………………………………              9
      1. AWOS Meteorologi Sinoptik  ……...… …………………………              9
      2. AWOS Klimatologi  ………………………………………………              10
      3. AWOS Meteorologi Pertanian  …………………………………              10
      4. AWOS Meteorologi Penerbangan   ……………………………              10
      5. AWOS Meteorologi Maritim   ……………………………………              10
    2. Penempatan lokasi AWOS   ……………….…………………………….              10
    3. Jaringan AWOS   ………………………….………………………………              10
    4. Keuntungan AWOS  ……………………………….……………………..              11
    5. Kelemahan AWOS  ……………………………………………………….              12
    6. Pemeliharaan   dan Kalibrasi  ..………………………………………….              13

 

  1. Prinsip – Prinsip Pengukuran Sensor  …………………………………..….              15
    1. Pengukuran Cuaca Permukaan  …………………………..…………….              15
    2. Persyaratan Umum Peralatan  ………….………………………………..              15

 

  1. Sistem Akuisisi Data  …………………………………………………………..              17
    1. Karakteristik Output Sensor  ………………………………….……………              17
    2. Central Processing system  ……………………………………………..…              17
    3. Data Acquisition …………………………………………………………..…              17
    4. Prosessing Data  …………………...……………………………………..…              18
    5. Transmisi Data    …………………………………………………………….              18
    6. Aksesories Tambahan  ……………………………………………………..               18

 

  1. Komunikasi   …………………..…………………………………………………              19
    1. Komunikasi antara DCU dengan Stasiun Lokal  ……………………….              19
    2. Komunikasi antara Stasiun Lokal dengan Pusat Remote  ……………              19
    3. Komunikasi antara DCU dengan Pusat Remote  ………………………              19
  2. Sistem Prosessing Data  ………………………………………………………              20
    1. Software Aplikasi …………………………………………………………...              20
    2. Prosessing Data di Pusat Jaringan  ………………………………………              20
  3. Quality Control dan Quality Management Jaringan AWOS  ………………              21
  4. Metadata  ………………………………………………………………………...              24
  5. Kesimpulan dan Saran  ………………………………………………………..              25             

Lampiran

  • Surat undangan dari TSMS
  • Sertifikat training
  • Dokumentasi training

 


  1. PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan instrumentasi meteorologi yang pesat, menjadi sangat penting akan kebutuhan data meteorologi yang kontinyu dan dapat dipercaya serta transfer data kepada yang memerlukannya. Pada saat ini data meteorologi dipergunakan dalam berbagai sektor seperti halnya penerbangan, transportasi, pertanian, konstruksi, pariwisata, kesehatan, hukum, , ketahanan nasional, olah raga dan ilmiah.

Kontinuitas data, pewaktuan (timing) data dan online data dengan resolusi waktu yang lebih rapat sangat dibutuhkan dan peralatan meteorologi yang mendukung hal tersebut yaitu dengan peralatan otomatis seperti halnya AWOS. Resolusi waktu (1 menit) merupakan kebutuhan dasar untuk membuat beberapa weather forecast dan warning. AWOS dapat bekerja dalam beberapa kategori (sinoptik, klimatologi, dan penerbangan) bergantung kebutuhan.

Perubahan dan gejala ekstrim yang terjadi di atmosfir bumi harus di amati secara kontinyu dan hal ini hanya dapat dilakukan dengan peralatan AWOS (automated weather observing systems). Tetapi banyak hal yang harus diperhatikan dan analisa secara teliti tentang kemungkinan kebutuhan dasar pemilihan alat, desain jaringan, operasional, quality control dan metode pemeliharaan dan perbaikan sebelum implementasi otomatisasi. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang kompeten untuk peralatan AWOS diantaranya dengan mengikuti training yang diselenggarakan oleh WMO ini.

  1. PELAKSANAAN
  1. Dasar Pelaksanaan
  • Surat undangan dari TSMS (Turkish State Meteorological Services) tentang Acceptance for the Training Course on AWOS.

No. 2009/B.18.1.DMI.0.20.00.04/24540, tanggal 17 Maret 2009

  • Surat Perintah Tugas (SPT) No. 007/KPI/SPT/V-09 dari Kepala Pusat Instrumentasi, Rekayasa dan Kalibrasi BMKG
  1. Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan Training Internasional tentang AWOS dilaksanakan pada tanggal 0812 Juni 2009.

  1. Tempat Pelaksanaan
  • Alanya Training Facilities, Antalya, Turkey (class room)
  • Stasiun Meteorologi Penerbangan di Antalya (Praktek)
  • Stasiun Meteorologi Gazipasa (Praktek)
  1. Peserta Training
      1. Partisipan yang mengikuti training yaitu :

No.

Nama

Negara

1.

Houda Benbouchi

Algeria

2.

Dzenan Zulum

Bosnia Hezergovina

3.

Angel G. Tsonkov

Bulgaria

4.

Muh. El S. Elkorfous

Egypt

5.

Michael Persand

Guyana

6.

David Ablonczy

Hungaria

7.

Ariffudin

Indonesia

8.

Eid Al Adwan

Jordan

9.

Fares Muhammad

Lebanon

10.

Nik Mohd Riduan

Malaysia

11.

Ruslan Harea

Moldavia

12.

Kenza Khomsi

Maroko

13.

Danut Apetrei

Romania

14.

Luka Ravnik

Slovenia

15.

Fazi H. Alkhuzaie

Saudi Arabia

16.

Sami Mansour Alwafi

Saudi Arabia

      1. Tim Pengajar

No.

Nama

Negara

1.

Levent YALCIN (Agricultural Engineer, MSc)

Turkey

2.

Muslum YIGIT (Machinery Enginner)

Turkey

3.

Esref AKYILDIZ (Machinery Engineer)

Turkey

 

  1. Schedule

 

Day

Hour

Subject

Lecturer

Monday (08 - 06 - 2009)

09:00

Registration and Opening Ceremony

10:00 - 10:45

Short briefing

Enver ERBAS

Coffee Break

11:00 - 11:45

Introduction to observing systems

Levent YALCIN

Lunch

13:00 - 13:45

Why do meteorological service need AWOS?

Esref AKYILDIZ

Coffee Break

14:00 - 14:45

Measuring principle of meteorological parameter by using electronic device

Levent YALCIN

Coffee Break

15:00 - 15.45

Principles of measuring surface wind

Levent YALCIN

 

Day

Hour

Subject

Lecturer

Tuesday (09 - 06 - 2009)

09:00 - 09:45

Principles of measuring radiation

Levent YALCIN

10:00 - 10:45

Principles of measuring radiation and precipitation

Muslum YIGIT

Coffee Break

11:00 - 11:45

Principles of measuring temperature and humidity, principles of optical sensors for measuring visibility and cloud height

Muslum YIGIT

Lunch

13:00 - 13:45

Quality control and quality management in AWOS network

Esref AKYILDIZ

Coffee Break

14:00 - 14:45

Data acquisition system

Esref AKYILDIZ

Coffee Break

15:00 - 15.45

Communication data processing system

Muslum YIGIT

 

 

Day

Hour

Subject

Lecturer

Wednesday (10 - 06 - 2009)

09:00 - 09:45

Going to Antalya Airport

Levent YALCIN

Muslum YIGIT

Esref AKYILDIZ

10:00 - 10:20

Introduction to airport meteorological services

Met - Office personal

10:20 - 10:45

Analyzing of AWOS installed in airport on side

Levent YALCIN

Muslum YIGIT

Esref AKYILDIZ

Coffee Break

11:00 - 11:45

Analyzing of AWOS installed in airport in met - office

Levent YALCIN

Muslum YIGIT

Esref AKYILDIZ

Lunch

Excursion

 

 

Day

Hour

Subject

Lecturer

Thursday (11 - 06 - 2009)

09:00 - 09:45

Maintenance and technical service on software

Levent YALCIN

Muslum YIGIT

Esref AKYILDIZ

Coffee Break

10:00 - 10:45

Introduction to airport meteorological services

Levent YALCIN

Muslum YIGIT

Esref AKYILDIZ

Coffee Break

11:00 - 11:45

Observer room facilities

Levent YALCIN

Muslum YIGIT

Esref AKYILDIZ

Lunch

13:00 - 13:45

Visiting Gazipasa AWOS and on the job training

Levent YALCIN

Muslum YIGIT

Esref AKYILDIZ

14:00 - 14:45

Analyzing the system and system features on site

Levent YALCIN

Muslum YIGIT

Esref AKYILDIZ

15:00 - 15:45

Troubleshooting by simulating failure on the system

Levent YALCIN

Muslum YIGIT

Esref AKYILDIZ

 

Day

Hour

Subject

Lecturer

Friday (12 - 06 - 2009)

09:00 - 09:45

Experience of TSMS from the first stage to the last stage of AWOS network

Levent YALCIN

Muslum YIGIT

Esref AKYILDIZ

Coffee Break

10:00 - 10:45

Experience of TSMS from the first stage to the last stage of AWOS network

Levent YALCIN

Muslum YIGIT

Esref AKYILDIZ

Coffee Break

11:00 - 11:45

Facilities and features of AWOS network operated by TSMS and functions of related services rather than AWOS network

Levent YALCIN

Muslum YIGIT

Esref AKYILDIZ

Lunch

CLOSURE and CERTIFICATION CEREMONY

 


  1. AWOS ( Automated Weather Observing System)

AWOS merupakan sistem otomatisasi pengamatan cuaca yang terdiri dari beberapa bagian yaitu :

  • Sensor dan Interface sensor

Sensor digunakan untuk merespon setiap perubahan dari parameter meteorologi ; pengukuran ; resolusi ; ketidakpastian, response time dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

  • Data Collection Unit

DCU digunakan untuk mengambil dan mengumpulkan data dari output sensor dalam bentuk engineering unit seperti ohm, ampere, voltage dan merubahnya ke dalam bentuk satuan meteorologi seperti derajat celcius, m/sec, dst.

  • Central Control and Processing unit

Bagian ini menerima data dari DCU, menghasilkan report meteorologi dan message, mengirim ke local dan remote terminal serta penyimpanan semua data dan log file.

  • Display unit

Menampilkan data meteorologi dimanapun tempat yang dibutuhkan

  • Communication interface

Melakukan komunikasi antara DCU, CPU dan remote serta local terminal.

  • Power supplies

Mensupplay power system

 

 

  1. Tipe AWOS

 

Meskipun komponen – komponen bagian hampir sama, AWOS dapat diklasifikasikan berdasarkan penggunaannya, yaitu :

  1. AWOS Meteorologi Sinoptik

Digunakan untuk pengamatan dan perhitungan parameter dan menghasilkan report untuk analisa weather forecast

  1. AWOS Klimatologi

Digunakan untuk pengamatan dan perhitungan parameter dan menghasilkan report untuk klimatologi dan penelitian

  1. AWOS Meteorologi Pertanian

Digunakan untuk pengamatan dan perhitungan parameter tanah dan tanaman untuk aktifitas pertanian

  1. AWOS Meteorologi Penerbangan

Digunakan untuk pengamatan dan perhitungan parameter untuk support penerbangan

  1. AWOS Meteorologi Maritim

Digunakan untuk pengamatan dan perhitungan parameter untuk support Navigasi dan maritim

 

  1. Penempatan lokasi AWOS

Penentuan lokasi untuk pemasangan AWOS sangat penting demi keberhasilan jaringan AWOS secara umum. Penentuan lokasi harus didasarkan pada rekomendasi WMO. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan :

  1. Tipe parameter meteorologi yang diamati
  2. Tujuan dari parameter yang diamati
  3. Variabilitas parameter sesuai dengan lingkungan disekitarnya
  4. Besaran area yang akan diwakili oleh AWOS
  5. Representative untuk stasiun meteorologi
  6. Fasilitas infrastruktur dan komunikasi

 

  1. Jaringan  AWOS

Sebaiknya jaringan AWOS mempunyai fasilitas diantaranya :

  • Mengumpulkan, memproses dan menampilkan data meteorologi
  • Melakukan otomatisasi generate message dan pengiriman report meteorologi seperti halnya SYNOP, METAR, SPECI dll.
  • Dapat melakukan konfigurasi sensor
  • Mendukung banyak pilihan sistem komunikasi data
  • Managemen semua komunikasi protocol untuk beberapa sensor dan komunikasi data peralatan
  • Penyimpanan data (database) yang dapat ditampilkan sesuai dengan data yang diinginkan
  • Memungkinkan input data manual apabila ada data otomatis tidak masuk.
  • Mempunyai kemampuan quality control terhadap data pengukuran dan pesan yang dihasilkan.
  • Memungkinkan pemakai dapat mengakses data dari remote untuk beberapa pilihan yang diinginkan.
  • Dapat dikonfigurasi otomatis switch untuk beberapa mode pilihan yang berbeda
  • Memungkinkan pengiriman pesan (message) untuk interval yang diinginkan.

 

  1. Keuntungan AWOS

Pengamatan otomatis mempunyai banyak keuntungan dari pada pengamatan manual, berikut kesimpulan dari keuntungan AWOS :

  • Standarisasi pengamatan (time and quality)
  • Pengamatan real time secara kontinyu tanpa putus baik siang ataupun malam hari.
  • Data lebih akurat
  • Data lebih reliable (dapat dipercaya)
  • Penyimpanan data secara otomatis
  • Resolusi lebih tinggi
  • Kemampuan penyimpanan data lebih besar
  • Sampling interval waktu dapat diatur untuk parameter yang berbeda
  • Tidak ada kesalahan pembacaan (errors reading)
  • Tidak subyektif
  • Quality control dilakukan secara otomatis baik pengumpulan data maupun message laporan.
  • Men-generate message dan mengirimkannya secara otomatis
  • Monitoring data meteorology
  • Data yang tersimpan dapat diakses dari local maupun remote
  • Penyimpanan data dari kondisi (cuaca) yang ekstrem.

 

  1. Kelemahan AWOS

Pengamatan data secara otomatis mempunyai beberapa kelemahan yaitu :

  • Luasan daerah yang direpresentasikan hanya 3 – 5 km per lokasi
  • Ada beberapa parameter yang tidak memungkinkan untuk diotomatisasi seperti halnya cakupan awan dan jenis awan.
  • Harus dilakukan pemeliharaan rutin secara tepat waktu
  • Harus dilakukan kalibrasi dan test secara periodic
  • Dibutuhkan tenaga teknisi yang handal
  • Dibutuhkan operator yang cakap
  • Harga peralatan dan operasional yang tinggi.

 

  1. Pemeliharaan

Hal yang terpenting setelah jaringan AWOS terpasang adalah pemeliharan secara rutin baik jaringan maupun semua komponen bagian AWOS.

Berikut ini adalah prosedur pemeliharan yang harus dilakukan :

 

  1. Protective Maintenance
    1. Pemeliharaan harian (oleh teknisi setempat)
  • Pengecekan secara menyeluruh
  • Pengecekan pengiriman data, recorder, printer, dll.
  • Pembersihan komponen
  • Melaporkan ke pusat
    1. Pemeliharaan Mingguan – Bulanan (oleh teknisi setempat)
  • Pengecekan secara menyeluruh
  • Pengecekan pengiriman data, recorder, printer, dll.
  • Pembersihan komponen
  • Quality control data
  • Melaporkan ke pusat.
    1. Pemeliharaan 6 bulan – tahunan (oleh teknisi pusat)
  • Pengecekan secara menyeluruh
  • Pengetesan kinerja system
  • Field calibration
  • Pengecekan pengiriman data
  • Perbaikan apabila ada kerusakan.

 

  1. Corrective Mainetnance

Apabila ada kerusakan dapat dilakukan perbaikan dengan cara sebagai berikut :

  1. Oleh Teknisi setempat : kerusakan system pada level tertentu dapat diperbaiki oleh teknisi setempat yang dipandu oleh teknisi pusat.
  2. Oleh Teknisi Pusat :
    • Kerusakan system yang tidak dapat diperbaiki oleh teknisi setempat menjadi tanggung jawab teknisi pusat yang terlatih untuk segera memperbaikinya.
    • Teknisi spesialis harus segera mungkin memperbaikinya.

 

  1. Calibration

Kalibrasi merupakan kegiatan yang dilaksanakan, dengan meng-kondisi-kan parameter yang ditentukan, kemudian ditentukan hubungan antara nilai yang ditampilkan oleh pengukuran peralatan dengan nilai yang ditampilkan oleh alat standard.

    1. System AWOS harus dikalibrasi untuk memelihara kualitas data
    2. Direkomendasikan untuk dikalibrasi di Laboratorium dalam jangka waktu tertentu dan dikeluarkan sertifikat kalibrasi.
    3. Prosedur kalibrasi untuk kalibrasi lapang dan kalibrasi laboratorium harus lebih dulu ditentukan untuk masing-masing komponen.
    4. Prosedur kalibrasi harus melakukan test peralatan.


  1. PRINSIP – PRINSIP PENGUKURAN SENSOR
      1. Rekomendasi WMO untuk pengukuran cuaca permukaan

Pengamatan meteorologi dibuat untuk beberapa alasan yang berbeda. Pengamatan meteorologi data real time digunakan untuk analisa dan forecast cuaca, untuk studi (klimat), untuk cuaca lokal (konstruksi), untuk meteorologi pertanian dan hidrologi, dan untuk penelitian di bidang meteorologi & klimatologi.

Representative (kondisi yang mewakili) pengamatan adalah bertingkat dimana hal ini menjelaskan bahwa variasi nilai diperlukan untuk tujuan tertentu. Itu artinya bahwa representative pengamatan bukan harga mati untuk beberapa pengamatan, tetapi merupakan hasil dari penilaian gabungan dari peralatan, interval pengukuran dan exposure (letak alat) terhadap kebutuhan dari beberapa aplikasi khusus. Contohnya, pengamatan sinoptik seharusnya merepresentasikan luas area sampai dengan 100 km disekitar stasiun, tetapi untuk cakupan lebih kecil atau untuk aplikasi lokal dapat dipertimbangkan menggunakan luasan area lebih kecil dari 10 km.

 

      1. Persyaratan umum peralatan

Persyaratan untuk peralatan meteorologi diantaranya adalah :

  • Uncertainty
  • Reability dan stability
  • Kenyamanan operasional, kalibrasi dan pemeliharaan
  • Desain yang simple
  • Durability
  • Harga yang terjangkau akan peralatan dan suku cadang

WMO pub No.8 (guide to meteorological Instruments and Methodes of Observation) banyak menyebutkan akan petunjuk pemilihan lokasi AWOS, teknik pengukuran sensor dan perhitungan data pengukuran).

 

 

      1. Prinsip pengukuran angin permukaan
      2. Prinsip pengukuran radiasi matahari
      3. Prinsip pengukuran tekanan udara
      4. Prinsip pengukuran penakar hujan
      5. Prinsip pengukuran suhu udara
      6. Prinsip pengukuran kelembaban udara
      7. Prinsip pengukuran visibility
      8. Present weather sensor
      9. Distrometer
      10. Pengukuran tinggi awan


  1. System akuisisi data
      1. Karakteristik Output Sensor

Berdasarkan karakteristik outputnya, sensor dapat diklasifikasikan sebagai analog, digital dan intelligent sensor.

  • Sensor analog

Output sensor yang paling sering dijumpai adalah voltage, current, resistance dan capacitance

  • Sensor digital

Sensor dengan output signal digital berisi informasi dalam bentuk bit atau group dari bits dan sensor dengan output pulsa atau frekuensi

  • Intelligent sensor

Sensor menggunakan mikroprosesor untuk melakukan dasar akuisisi data dengan output digital atau dalam bentuk parallel.

      1. Central processing system (CPS)

Pusat pengendali utama dari AWOS adalah CPS. Secara umum, fungsi utama CPS diantaranya akuisisi data, prosessing data, penyimpanan data, dan pengiriman data. Sebagian besar AWOS yang terpasang di stasiun, semuanya menggunakan sistem satu mikroprosessor yang diletakkan didalam panel yang tahan terhadap cuaca.

 

      1. Data Acquisition (Data Collection Unit – DCU)

Secara umum hardware DCU terdiri dari :

    1. Hardware pengkondisi signal
  • Untuk mencegah interferensi signal dari luar yang tidak diinginkan dari luar.
  • Untuk pengamanan peralatan CPS
  • Untuk mengadaptasi signal sehingga dapat diproses tahap selanjutnya.
    1. Rangkaian elektronik dengan input channel analog dan channel digital dan port. Melakukan scanning dan konversi signal sebelum masuk memory CPS.

 

      1. Prosessing data

Hardware prosessing data merupakan jantung dari CPS dan fungsi utamanya adalah control utama (dari) dan (ke) input/output data.

 

      1. Transmisi Data

Bagian transmisi data CPS membentuk hubungan dengan dunia luar yaitu local observer atau personel pemeliharaan, pusat sistem prosessing jaringan atau bahkan pengguna informasi meteorologi. Peralatan perantara (interface) dengan CPS menggunakan serial dan parallel input/output port.

 

      1. Aksesoris tambahan
        1. Power supply
        2. Interface komunikasi
        3. Dudukan
        4. Panel

 


  1. KOMUNIKASI

Komunikasi adalah proses transmisi dan sharing informasi. Secara umum AWOS mempunyai tiga tipe model komunikasi yaitu :

  • Komunikasi antara DCU dengan Local station
  • Komunikasi antara local station dengan pusat remote
  • Komunikasi antara DCU dengan pusat remote.

 

  1. Komunikasi antara DCU dengan Local station
  1. Komunikasi Real Time
    1. Komunikasi dengan kabel
  • RS232
  • RS485
  • Short Haul Modem
    1. Komunikasi wireless
  • Radio Modem
  1. Komunikasi Off line
  • Memory card
  1. Komunikasi antara local station dengan pusat remote
        1. Komunikasi Kabel
  • Modem dial up
  • Modem leased line
  • Internet network (TCP/IP)
        1. Komunikasi wireless
  • GSM
  • Satelit
  1. Komunikasi antara DCU dengan pusat remote
  1. Komunikasi Kabel
  • Modem dial up
  • Modem leased line
  • Internet network (TCP/IP)
  1. Komunikasi wireless: GSM dan wireless
  1. SYSTEM PROSESSING DATA
      1. Software Aplikasi

Berikut proses yang dibutuhkan :

  • Inisialisasi
  • Sampling dari output sensor
  • Perubahan dari output sensor ke data meteorologi
  • Linierisasi
  • Averaging
  • Input manual dari pengamat
  • Quality control
  • Data reduction
  • Formatting message dan pengecekan
  • Penyimpanan data
  • Tampilan data
      1. Prosesing data di pusat jaringan

AWOS merupakan bagian dari jaringan stasiun meteorologi dan mengirimkannya ke pusat jaringan melalui beberapa sistem komunikasi. Spesifikasi  computer server jaringan AWOS dibutuhkan kemampuan yang lebih tinggi, seperti halnya memori yang besar dan kecepatan prosesor yang tinggi Karena harus mengopersikan real time multi tasking dan multi user environment.

Fungsi utama dari pusat sistem jaringan diantaranya men-decode message dari stasiun AWOS, remote control AWOS, monitoring jaringan dan quality control, prosesing data lebih lanjut untuk pengguna yang membutuhkan, input ke database, menampilkan data, dan transfer data baik ke internal maupun ke eksternal.

Otomatisasi quality control AWOS mempunyai keterbatasan sehingga sering terjadi error yang tidak dapat dideteksi, seperti halnya drift sensor yang sudah berubah.

 

 

  1. QUALITY CONTROL DAN QUALITY MANAGEMENT JARINGAN AWOS

Tujuan quality management adalah untuk memastikan bahwa data sesuai dengan requirement (uncertainty, resolusi, continuity, homogenitas, representative, timeline, format, dsb) aplikasi yang diinginkan. Data yang baik tidak perlu harus sempurna, tetapi itu sebagai pengetahuan dasar bahwa kualitas perlu diketahui dan dapat dibuktikan.

Sistem yang baik adalah sistem beroperasi secara kontinyu di semua titik sistem pengamatan, dari perencanaan jaringan dan training, pelaksanaan installasi dan opersional stasiun dengan mengirim data dan archiving, dan termasuk feedback dan follow up dari ketentuan yang ada pada waktu yang ditentukan dari data real time hingga data tahunan.

Quality control adalah komponen yang paling penting dalam sistem quality management. Quality control terdiri dari pemeriksaan data di stasiun dan di pusat data mendeteksi error sehingga datanya ada yang terkoreksi dan ada yang dihapus. Quality control data real time biasanya dilakukan di stasiun meteorologi dan di pusat analisa meteorologi. Quality control data non real time dilaksanakan di pusat analisa untuk kompilasi pengecekan ulang database dan juga dilaksanakan di pusat data klimat.

 

Faktor – factor yang mempengaruhi kualitas data diantaranya :

  • User’s requirement (kebutuhan pemakai data)

Kualitas sistem pengukuran dapat dinilai dengan membandingkan user’s requirement  dan kemampuan sistem untuk memenuhinya. Kesesuaian antara kualitas data user’ requirement dengan kinerja peralatan tidak hanya dilihat dari desain dan perencanaan proyek tetapi juga operasional yang berkelanjutan dan implementasi harus di rencanakan untuk mengoptimalkan rasio cost/ benefit dan cost/performance.

  • Pemilihan peralatan

Pemilihan alat AWOS harus diperhatikan hal seperti akurasi, range & resolusi, kondisi lingkungan yang akan dipasang alat, working condition, dan ketersediaan infrastruktur teknik untuk training, installasi dan pemeliharaan.

  • Acceptance Test

Sebelum installasi dan acceptance, pastikan bahwa peralatan memenuhi syarat spesifikasi teknis. Pabrikan alat AWOS harus mengeluarkan pernyataan tentang performance alat, sensitifitas yang mempengaruhi alat, sertifikat kalibrasi. Hasil interkomparasi alat WMO meyatakan bahwa peralatan ada kemungkinan mengalami degradasi terhadap kualitasnya karena ditimbulkan oleh proses produksi dan transportasi.

  • Compatibility (kesesuaian)

Masalah compatibility alat dapat timbul ketika peralatan dengan karakteristik teknis yang berbeda digunakan untuk tipe pengukuran yang sama. Hal ini dapat terjadi sebagai contoh ketika penambahan alat baru dengan time constant yang berbeda, ketika menggunakan shielding sensor yang berbeda, ketika memberikan algoritma data yang berbeda, dll. Efek data compatability pengaruhnya terhadap interkomparasi jangka panjang.

  • Siting dan exposure

Density stasiun meteorologi bergantung pada waktu dan luasan atmosfir dari phenomena meteorologi yang diamati dan secara umum ditetapkan oleh users atau regulasi WMO. Siting dan exposure yang tidak tepat dapat mengakibatkan kemerosotan dalam akurasi dan representative alat. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah factor eksternal yang dapat mengakibatkan error seperti debu, polusi, garam, perubahan temperature yang drastis.

  • Instrumental error

Pemilihan alat yang sesuai memang sangat diperlukan tetapi bukan berarti menjadi datanya berkualitas. Tidak ada teknik pengukuran yang sempurna dan semua peralatan mempunyai error sistematik maupun error random. Sebaiknya  efek tersebut dapat dikurangi dengan pencegahan yang tepat dan perbaikan.

  • Data Acquisition

Kualitas data tidak hanya memperhatikan kualitas alat dan juga siting & exposure, tetapi juga bergantung dengan teknik dan metode yang digunakan untuk mendapatkan data dan mengubahnya menjadi data representative. Sumber yang tidak diinginkan dari interferensi listrik dari luar dan noise dapat menurunkan kualitas output sensor dan harus dihilangkan dengan signal conditioning sebelum masuk ke sistem akuisisi data.

  • Prosessing Data

Error kemungkinan dapat dihasilkan oleh teknik konversi atau prosedur komputasi untuk merubah dari data sensor menjadi data meteorologi.

  • Real time quality control

Kualitas data bergantung pada prosedur quality control data real time pada waktu akuisisi data, prosesing data dan persiapan membuat message, supaya menghilangkan sumber utama error.

  • Performance Monitoring

Keterbatasan prosedur quality control untuk data real time sehingga kemungkinan terjadi error tidak dideteksi, seperti drift sensor dan error selama pengiriman, performace monitoring pada level jaringan dibutuhkan di pusat analisa meteorologi dan oleh manager jaringan. Hal ini sangat penting untuk membentuk prosedur hubungan saling menguntungkan antara tanggunga jawab monitoring dengan pihak maintenance dan kalibrasi, untuk mempercepat respon kerusakan atau kegagalan dari sistem monitoring.

  • Test and calibration

Kinerja dan karakteristik peralatan meteorologi dapat berubah seiring dengan pemakaian operasional karena beberapa alasan, seperti umur hardware, degradasi pemeliharaan, exposure, dll. Sehingga peralatan perlu inspeksi secara rutin dan kalibrasi untuk provide reliable data.

  • Maintenance

Pemeliharaan bisa dalam bentuk corrective (apabila ada kerusakan), preventive (kebersihan dan lubrikasi alat) ataupun adaptive (sudah usang).

  • Training and Education

Kualitas data juga bergantung pada skill sumber daya manusia untuk melaksanakan testing alat, pemeliharaan dan kalibrasi, dan observer yang melakukan observasi. Program Training dan education harus diorganisir dengan baik yang disesuaikan dengan kebutuhan.

 

  1. METADATA

Sistem kualitas manajemen diperlukan informasi yang detail pada sistem pengamatan otomatis dan sehingga semua perubahan kecil yang terjadi dari waktu ke waktu selama operasional dapat diketahui. Informasi data tersebut dikenal dengan metadata, dalam hal ini operator sistem dapat mengambil tindakan yang tepat akan pencegahan, perbaikan dan pemeliharaan.

Data base metadata berisi informasi diantaranya :

  • Informasi jaringan:
  • Informasi stasiun :
  • Informasi administrasi :
  • Lokasi : koordinat stasiun
  • Informasi representative lokasi AWOS : obstacle sekitar stasiun
  • Layout peralatan
  • Fasilitas : transmisi data, power sistem, perkabelan.
  • Informasi klimat/cuaca distasiun
  • Informasi alat
  • Type : pabrikan, model, nomor alat, prinsip operasi
  • Karakteristik unjuk kerja
  • Kalibrasi terakhir
  • Siting & exposure : lokasi, pengamanan, tinggi lokasi dari tanah
  • Program pengamatan atau pengukuran
  • Waktu pengamatan
  • Pengamat
  • Akuisisi data : sampling, averaging
  • Metode data processing dan algoritma
  • Preventive dan corrective maintenance
  • Kualitas data

 

 

  1. KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan materi training AWOS yang disampaikan oleh team engineer TSMS dan diskusi dengan para participant banyak hal yang dapat diambil untuk sistem milik BMKG diantaranya :

  • Stasiun AWOS yang terpasang di stasiun klimatologi sebaiknya menambahkan sensor temperature soil 5cm, 10cm, 20cm, 50cm dan 100cm dan bila memungkinkan terpasang di stasiun sinoptik.
  • Aspek peralatan AWOS tidak hanya dilihat dari teknis peralatan tetapi juga diperlukan sistem manajemen secara menyeluruh jaringan AWOS.
  • Mengingat jumlah peralatan AWOS milik BMKG cukup banyak (123 lokasi) dibutuhkan SDM handal yaitu beberapa engineer (minimal 5 orang) yang mempunyai sertifikasi peralatan AWOS untuk perbaikan dan pemeliharaan.
  • Software peralatan AWOS yang existing sebagian besar berasal dari paket pembelian alat yang masih umum dan belum di customize sesuai peruntukan. Alangkah baiknya kalau dikembangkan software baik untuk stasiun local maupun untuk server pusat yang disesuaikan dengan standar BMKG sehingga lebih bermanfaat dan berdaya guna.

 

 

 

IVth International Training Course on AWOS, Alanya, TURKEY, 8-12 June 2009    3